Cipayung

Dari Manuskrip sampai Braille, Ragam Mushaf Ada di TMII

Di TMII, ragam mushaf dan karya budaya Islam bertemu dalam satu kompleks. Kenali beda Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal sebelum berkunjung.

Angkutan listrik di kawasan TMII, foto arsip 2023.

Foto arsip angkutan listrik di kawasan TMII, 2023. Foto konteks kawasan, bukan tampak museum yang dibahas. Ukuran disesuaikan dan dapat dipotong untuk tampilan. Kredit: RasyaAbhirama13 · CC BY-SA 4.0

Dua bagian dalam satu kompleks

Kalau ingin mengenal naskah dan seni Islam melalui benda, Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal bisa menjadi bahan rencana kunjungan. Lokasi yang dibahas di sini berada di TMII, Jakarta Timur.

Keduanya diresmikan pada 20 April 1997. Bayt Al-Qur’an berfokus pada khazanah Al-Qur’an, sedangkan Museum Istiqlal memperkenalkan jejak budaya Islam di Nusantara.

Bentuk mushaf yang beragam

Daftar koleksi Bayt Al-Qur’an mencakup manuskrip tulisan tangan, mushaf cetak, Braille, Al-Qur’an isyarat, dan terjemahan beragam bahasa. Museum Istiqlal menyimpan naskah keagamaan, dokumentasi masjid kuno, kaligrafi, tekstil, serta karya seni.

Sebagian besar koleksi Museum Istiqlal dihimpun dari Festival Istiqlal 1991 dan 1995. Catatan ini memberi konteks tentang bagaimana benda-benda tersebut bertemu dalam sebuah museum.

Pilih satu sudut untuk diperhatikan

Saat melihat koleksi, kamu bisa mulai dari huruf, hiasan, atau bentuk bendanya. Baca label untuk mengetahui asal dan keterangannya. Membandingkan dua objek dapat membuka pertanyaan baru tanpa harus menebak makna yang belum dijelaskan.

Adanya koleksi Braille dan Al-Qur’an isyarat tidak otomatis menerangkan aksesibilitas seluruh bangunan. Jika membutuhkan fasilitas tertentu, periksa lebih dulu kepada pengelola. Daftar benda dalam profil juga tidak menjamin semuanya sedang dipajang pada hari kunjungan.

Sumber & pembaruan

Ada yang perlu diluruskan? Kirim koreksi.