Jatinegara

Kenapa Jatinegara Masih Dipanggil Mester?

Sebutan Mester yang masih terdengar dalam percakapan menyimpan lapisan sejarah nama Jatinegara.

Bangunan Stasiun Jatinegara. Foto konteks kawasan masa kini, bukan dokumentasi zaman Meester Cornelis.

Bangunan Stasiun Jatinegara. Foto konteks kawasan masa kini, bukan dokumentasi zaman Meester Cornelis. Foto disesuaikan ukuran dan dapat dipotong untuk tampilan website. Kredit: ArdWar · CC BY 4.0

Nama lama yang masih melekat

Pernah mendengar orang menyebut Mester saat membicarakan Jatinegara? Sebutan itu punya cerita. Profil resmi Kecamatan Jatinegara, yang merujuk Buku Toponimi Jakarta Timur, menjelaskan Mester sebagai pemendekan dari Meester Cornelis.

Cornelis Senen disebut sebagai guru agama Kristen asal Banda, Maluku. Sumber toponimi menghubungkan gelar Meester dengan perannya sebagai guru dan kepala kampung. Nama seseorang kemudian melekat pada sebuah wilayah dan bertahan dalam sebutan sehari-hari, bahkan ketika nama administrasinya berubah.

Jatinegara datang dalam babak berikutnya

Halaman kecamatan mencatat perubahan nama menjadi Jatinegara pada 1942, dalam masa pendudukan Jepang. KAI juga menjelaskan perubahan nama wilayah dan stasiun pada periode tersebut. Kini, Balimester tetap tercantum sebagai salah satu kelurahan di Kecamatan Jatinegara.

Nama Mester membuat kita bisa membaca Jatinegara lewat dua lapisan sekaligus: sebutan yang terus dipakai dan nama resmi wilayahnya. Keduanya nggak perlu saling menggantikan. Untuk asal kata Jatinegara, sumber sejarah memuat beberapa penjelasan. Jadi, pisahkan cerita tentang Cornelis dari pertanyaan tentang asal kata Jatinegara. Mengenal kisah Mester belum otomatis menjawab semua teka-teki nama kawasan ini.

Sumber & pembaruan

Ada yang perlu diluruskan? Kirim koreksi.