Jakarta-DKI

Uang Lama Punya Cerita di Museum BI

Koleksi uang dan tata pamer Museum BI membuka cerita tentang perjalanan bank sentral Indonesia.

Halaman dalam Museum Bank Indonesia. Foto arsip 10 Februari 2019.

Halaman dalam Museum Bank Indonesia. Foto arsip 10 Februari 2019. Foto disesuaikan ukuran dan dapat dipotong untuk tampilan website. Kredit: Haryo Sutanto · CC BY-SA 4.0

Uang bisa dibaca sebagai jejak zaman

Uang yang pernah dipakai masyarakat menyimpan cerita lebih luas daripada angka nominalnya. Di Museum Bank Indonesia, benda numismatik dan dokumen sejarah menjadi bagian dari cara mengenalkan perjalanan bank sentral. Pengunjung diajak menghubungkan benda yang terlihat dengan konteks zamannya.

Tata pamer pada situs BI mencantumkan Ruang Numismatik, Ruang Emas Moneter, serta perkembangan logo Bank Indonesia. Multimedia interaktif digunakan untuk membantu menjelaskan materi kebanksentralan. Kamu bisa memulai dari satu pertanyaan sederhana: apa yang berubah ketika cara masyarakat bertransaksi ikut berubah?

Bisa mulai mengenal dari situsnya

Museum pertama dibuka untuk umum pada 15 Desember 2006, lalu diresmikan pada 21 Juli 2009. Situs BI juga menyediakan akses jelajah virtual 360 derajat. Ini dapat menjadi titik awal untuk mengenali museum sebelum menyusun kunjungan.

Nama ruang dan daftar koleksi di situs bukan jaminan seluruh benda sedang dipamerkan pada hari tertentu. Periksa informasi kunjungan terbaru jika ingin datang. Bedakan pula Museum BI dari Museum Mandiri, karena keduanya memiliki fokus cerita dan pengelola yang berbeda. Melihat satu museum tidak otomatis menggantikan pengalaman memahami koleksi museum lainnya.

Sumber & pembaruan

Ada yang perlu diluruskan? Kirim koreksi.