Cipayung

Di TMII, Batik Punya Rumah Ceritanya Sendiri

Museum Batik Indonesia mengajak kita membaca kain lewat teknik, motif, dan pengetahuan yang menyertainya.

Fasad Museum Batik Indonesia pada 2 Mei 2025.

Fasad Museum Batik Indonesia pada 2 Mei 2025. Foto disesuaikan ukuran dan dapat dipotong untuk tampilan website. Kredit: Fahmiafrizal1998 · CC0

Batik punya cerita di balik permukaannya

Melihat batik bisa dimulai dari hal sederhana: pilih satu motif yang menarik perhatian, lalu cari tahu bagaimana kain itu dibuat dan apa yang ingin disampaikan. Museum Batik Indonesia di TMII memberi konteks untuk rasa penasaran tersebut melalui koleksi batik serta benda yang berkaitan dengan pembatikan.

Registrasi nasional museum menempatkannya dekat Museum Pusaka dan Museum Serangga. Catatan yang sama menyebut pembangunan museum pada 2015. Indonesian Heritage Agency menyebut lebih dari 800 koleksi, tetapi jumlah koleksi tidak otomatis sama dengan jumlah benda yang sedang tampil.

Yang diwariskan juga pengetahuannya

UNESCO memasukkan Indonesian Batik dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2009. Penjelasannya mencakup teknik perintang warna menggunakan malam, simbol, serta hubungan batik dengan kehidupan masyarakat. Jadi, kain yang kita lihat juga membawa keterampilan dan kebiasaan yang diteruskan antargenerasi.

Untuk kunjungan, tentukan dulu bagian cerita yang ingin dicari: teknik membuatnya, asal motif, atau penggunaannya. Jam buka dan tiket perlu diperiksa melalui informasi pengelola terbaru. Jangan menganggap semua koleksi tercantum di katalog pasti bisa dilihat pada hari kedatangan.

Sumber & pembaruan

Ada yang perlu diluruskan? Kirim koreksi.