Mengenal komunitas lewat benda
Rumah, alat kerja, dan barang sehari-hari bisa menjadi awal percakapan tentang perjalanan sebuah komunitas. Di Museum Hakka TMII, benda-benda tersebut menjadi bagian pengenalan sejarah masyarakat Tionghoa Indonesia.
Kompleksnya memuat Museum Tionghoa Indonesia, Museum Hakka Indonesia, serta Museum Yongding Hakka Indonesia. Bangunan bundarnya terinspirasi Tulou, hunian komunal yang berkaitan dengan masyarakat Hakka di Fujian.
Ikuti cerita di balik koleksi
Profil resmi menyebut pameran peralatan toko obat pada bagian Yongding. Bagian Tionghoa Indonesia membahas kedatangan, kehidupan, serta tokoh yang berperan dalam kemerdekaan. Sementara bagian Hakka Indonesia memuat miniatur rumah, alat pertanian, perlengkapan rumah tangga, kamar pengantin, dan tandu.
Pilih satu benda yang akrab dengan keseharianmu, lalu perhatikan perbedaannya. Cari keterangan mengenai fungsi dan konteks penggunaan, bukan hanya bentuk yang menarik untuk difoto.
Sisakan ruang untuk keragaman
Hakka dan Yongding tidak mewakili seluruh masyarakat Tionghoa. Satu jenis koleksi juga tidak berarti semua anggota komunitas menjalani profesi atau kehidupan yang sama. Baca tiap bagian sebagai cerita yang memiliki konteksnya sendiri.
Kalau tertarik pada satu kisah, catat pertanyaan untuk didalami setelah kunjungan. Periksa jam, akses ruang, dan kebutuhan fasilitas melalui pengelola; profil koleksi belum memastikan kondisi setiap bagian ketika kamu datang.
Sumber & pembaruan
- Museum Hakka — TMII ↗ · Diperiksa 8 September 2026
Ada yang perlu diluruskan? Kirim koreksi.
