Cipayung

Museum Hakka Bercerita lewat Benda Sehari-hari

Miniatur rumah, alat pertanian, dan perlengkapan rumah tangga membuka cerita masyarakat Hakka. Jelajahi konteksnya melalui Museum Hakka di TMII.

Museum Hakka Indonesia di TMII dalam foto April 2014.

Museum Hakka Indonesia di TMII dalam foto April 2014. Foto disesuaikan ukuran dan dapat dipotong untuk tampilan website. Kredit: Chongkian · CC BY-SA 4.0

Mengenal komunitas lewat benda

Rumah, alat kerja, dan barang sehari-hari bisa menjadi awal percakapan tentang perjalanan sebuah komunitas. Di Museum Hakka TMII, benda-benda tersebut menjadi bagian pengenalan sejarah masyarakat Tionghoa Indonesia.

Kompleksnya memuat Museum Tionghoa Indonesia, Museum Hakka Indonesia, serta Museum Yongding Hakka Indonesia. Bangunan bundarnya terinspirasi Tulou, hunian komunal yang berkaitan dengan masyarakat Hakka di Fujian.

Ikuti cerita di balik koleksi

Profil resmi menyebut pameran peralatan toko obat pada bagian Yongding. Bagian Tionghoa Indonesia membahas kedatangan, kehidupan, serta tokoh yang berperan dalam kemerdekaan. Sementara bagian Hakka Indonesia memuat miniatur rumah, alat pertanian, perlengkapan rumah tangga, kamar pengantin, dan tandu.

Pilih satu benda yang akrab dengan keseharianmu, lalu perhatikan perbedaannya. Cari keterangan mengenai fungsi dan konteks penggunaan, bukan hanya bentuk yang menarik untuk difoto.

Sisakan ruang untuk keragaman

Hakka dan Yongding tidak mewakili seluruh masyarakat Tionghoa. Satu jenis koleksi juga tidak berarti semua anggota komunitas menjalani profesi atau kehidupan yang sama. Baca tiap bagian sebagai cerita yang memiliki konteksnya sendiri.

Kalau tertarik pada satu kisah, catat pertanyaan untuk didalami setelah kunjungan. Periksa jam, akses ruang, dan kebutuhan fasilitas melalui pengelola; profil koleksi belum memastikan kondisi setiap bagian ketika kamu datang.

Sumber & pembaruan

Ada yang perlu diluruskan? Kirim koreksi.