Cipayung

Sebelum Ada Feed, Kabar Nyampainya Gimana?

Dari lontar sampai kendaraan Juru Penerang, koleksi di TMII mengajak kita melihat perjalanan sebuah kabar.

Museum Penerangan, TMII, Jakarta Timur. Foto arsip 29 Desember 2014.

Museum Penerangan, TMII, Jakarta Timur. Foto arsip 29 Desember 2014. Ukuran disesuaikan dan dapat dipotong untuk tampilan. Kredit: musnahterinjak · CC BY-SA 3.0

Kabar juga pernah menempuh perjalanan panjang

Setiap hari kita bisa menemukan kabar baru hanya dengan menggeser layar. Tapi sebelum informasi hadir di ponsel, ada benda, kendaraan, dan orang yang bekerja supaya pesan sampai ke masyarakat. Jejak pekerjaan itu menjadi pintu masuk untuk mengenal Museum Penerangan di TMII, Jakarta Timur.

Laman resmi museum memperkenalkan lontar sebagai media tulisan tradisional. Ada juga mobil serta perahu Juru Penerang. Kendaraan tersebut membantu menjangkau masyarakat lewat jalur darat dan perairan. Dari sini, sejarah komunikasi bisa dibaca melalui cara manusia mengatasi jarak.

Bukan cuma melihat alat lama

Lantai pertama membahas sejarah layanan informasi dan alat komunikasi. Di lantai kedua, relief sepanjang 100 meter menggambarkan perkembangannya. Museum juga memperkenalkan pameran digital tentang komunikasi dan hoaks. Pertanyaan yang terasa dekat: setelah alatnya makin cepat, bagaimana kita memastikan isi pesannya bisa dipercaya?

Situs museum menyebut lebih dari 450 alat dalam koleksinya. Angka itu tidak berarti semuanya sedang dipamerkan. Jika ingin datang, lihat informasi kunjungan terbaru dari pengelola terlebih dahulu. Agenda lama di beranda juga perlu dibedakan dari kegiatan yang masih akan berlangsung.

Sumber & pembaruan

Ada yang perlu diluruskan? Kirim koreksi.